News Law

Sidang korupsi dana pensiun Pertamina, Edward sebut jaksa berbelit-belit

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Sidang korupsi dana pensiun Pertamina, Edward sebut jaksa berbelit-belit Terdakwa kasus korupsi dana pensiun Pertamina, Edward Seky Soeryadjaya

Sidang lanjutan perkara korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) senilai Rp1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk (SUGI) dengan terdakwa Edward Seky Soeryadjaya (ESS) kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, hari ini, Selasa (13/11/2018).

Terdakwa Edward Seky Soeryadjaya hadir didampingi oleh kuasa hukum dan istrinya, Atilah Soeryadjaya.

Dalam sidang yang agendanya adalah pemeriksaan terhadap terdakwa ini, Edward banyak dicecar pertanyaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) terkait keterlibatannya dalam proses transaksi jual beli saham di SUGI.

Dalam menjawab pertanyaan JPU, Edward seperti sedang mengajarkan tentang ilmu saham kepada jaksa. Jaksa penuntut umum (JPU) yang dipimpin oleh Tasjrifin itu beberapa kali menanyakan pertanyaan yang sama terhadap terdakwa. Akibatnya, Edward jaksa berbelit-belit.

"Begini ya, tadi sudah saya jelaskan di awal, saham SUGI pada waktu itu sangat laris manis. Banyak broker seperti Sinarmas dan lain-lain itu berebut ingin jadi pialang. Jadi saat itu barang yang cari uang. Jangan diputar-putar pertanyaannya," ujar Edward.

Edward Seky Soeryadjaya (ESS) terjerat kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) Tahun Anggaran 2014-2015, terkait penempatan investasi saham PT Sugih Energy.

Kasusnya berawal pertengahan 2014, ESS selaku Direktur Ortus Holding, Ltd yang merupakan pemegang saham mayoritas PT. Sugih Energy, Tbk (kode saham: SUGI) berkenalan dengan M. Helmi Kamal Lubis (saat ini sebagai terdakwa).

Perkenalan ini dimaksudkan meminta supaya Dapen Pertamina membeli saham SUGI. Lalu, ESS telah meminta M Helmi Kamal Lubis untuk membeli saham SUGI sejumlah 2.000.000.000 lembar saham SUGI senilai Rp601 miliar melalui PT. Millenium Danatama Sekuritas.

Atas permintaan Ortus Holding, Ltd, uang yang diterima oleh PT. Millenium Danatama Sekuritas telah dipergunakan untuk menyelesaikan sejumlah pembayaran kewajiban pinjaman/kredit dari Ortus Holding, Ltd, antara lain:

a. Pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp51, 7 miliar.
b. Pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp10,6 miliar.
c. Pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp52, 6 miliar dan pembayaran kewajiban Sunrise Aseet Grup Limited kepada Credit Suisse total sejumlah Rp29, 2 miliar.
d. Pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI dari Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp461,4 miliar.

Perbuatan Muhammad Helmi Kamal Lubis dalam pembelian saham SUGI diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp599,4 miliar.

Polemik pembangunan tol, Fahri Hamzah: itu tol punya swasta
IHSG diprediksi menguat, perhatikan rekomendasi saham ini
Cinta dan kemandirian
Segmen debat capres yang bakal paling menarik
Jokowi-Ma'ruf tak akan tanya kasus personal Prabowo saat debat
DPR desak pemerintah jaga keamanan Laut Cina Selatan
Ini elektabilitas kedua capres menurut Charta Politika
TKN: Jokowi-Ma'ruf ikuti latihan debat
Jokowi pilih kostum khusus saat debat dengan Prabowo
Demokrat nilai pembentukan TGPF Novel sarat kepentingan politik Jokowi
Fahri Hamzah: Debat pilpres jangan seperti lomba cerdas cermat
Jelang debat, Zulkifli Hasan sarankan Prabowo-Sandi santai-santai
Rizal Ramli tak percaya lembaga survei
Ignasius Jonan mangkir, DPR kecewa
Anggota DPR banyak tak lapor harta kekayaan, ini kata sang Ketua
Fetching news ...