Ada cawapres bakal diperiksa KPK, siapa dia?

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Ada cawapres bakal diperiksa KPK, siapa dia?

Politisi partai NasDem, Taufiqulhadi membeberkan bahwa salah satu calon wakil presiden (Cawapres) yang akan dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemanggilan ini ditujukan untuk menjadi saksi dalam sebuah kasus korupsi korporasi yaitu PT NKE TBK.

"Yaitu perusahaan tersebut namanya adalah PT NKE, dari situ kita melihat bagaimana pidana Korupsi itu bukan hanya terhadap perorangan, tetapi lebih lanjut negara ini akan menyikapi dengan sangat tegas terhadap korporasi yang melakukan korupsi," ujarnya di gedung DPR-MPR RI Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa hal tersebut sudah menjadi rahasia umum jika kasus korupsi korporasi PT NKE TBK sudah dilimpahkan kasusnya ke pengadilan Tipikor.

Siapa cawapres dimaksud?

Dalam penelusuran Rimanews, pembicaraan Taufiqulhadi mengarah kepada Sandiaga Uno atau cawapres nomor urut 02 pendamping Prabowo Subianto.

PT Duta Graha Indah (DGI) yang sudah berganti nama jadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) telah didakwa korupsi oleh Jaksa KPK dengan tuduhan memperkaya korporasi senilai ratusan miliar rupiah atas sejumlah proyek pemerintah.

Adapun perbuatan yang diduga mengakibatkan negara merugi sebesar Rp25, 95 miliar itu, proyeknya digarap oleh PT DGI, yang di dalamnya Sandiaga Uno menjabat komisaris.

Sandiaga sudah beberapa kali dipanggil penyidik KPK, dan dihadirkan menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Menurut Jaksa, PT DGI/NKE melawan hukum membuat kesepakatan memenangkan perusahaannya dalam lelang proyek Pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana Tahun Anggaran 2009 dan 2010.

Pada proyek itu, DGI/NKE diduga memperkaya diri sendiri atau selaku korporasi sejumlah Rp24,778 miliar, kemudian memperkaya Muhammad Nazarudin beserta korporasi yang dikendalikannya yakni PT Anak Negeri, PT Anugerah Nusantara, dan Permai Group Rp10, 29 miliar.

Menurut Jaksa KPK, pada awal 2009 bertempat di kantor Anugerah Group, Dudung Purwadi selaku direktur utama PT DGI menghadiri pertemuan atas undangan Muhammad Nazarudin.

Selain proyek itu, dengan bantuan Muhammad Nazarudin, PT NKE/DGI juga jadi penyedia barang dan atau jasa atas beberapa proyek pembangunan lain, diantaranya yaitu, Proyek Gedung Wisma Atlet Jakabaring di Palembang, dengan jumlah keuntungan Rp42,71 miliar.

Selanjutnya, ada Proyek Gedung Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram, Provinsi NTB, yang jumlah keuntungan mencapai Rp23, 9 miliar, dan proyek pembangunan Gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya, Provinsi Jawa Timur, dengan jumlah keuntungan Rp 44,536 miliar.

Kemudian, proyek yang lain adalah Gedung RSUD Sungai Dareh di Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, dengan jumlah keuntungan Rp20,5 miliar, serta proyek Gedung Cardiac di RS Adam Malik Medan, dengan jumlah keuntungan Rp4 miliar, dan proyek Gedung BP2IP Surabaya, Jawa Timur, dengan keuntungan Rp44,5 miliar.

Proyek berikutnya adalah Paviliun RS Adam Malik Medan dengan jumlah keuntungan Rp2,16 miliar, dan proyek Rumah Sakit Tropis Universitas Airlangga, Surabaya, pada 2009 dan 2010, dengan jumlah keuntungan Rp77,4 miliar. 

Polemik pembangunan tol, Fahri Hamzah: itu tol punya swasta
IHSG diprediksi menguat, perhatikan rekomendasi saham ini
Cinta dan kemandirian
Segmen debat capres yang bakal paling menarik
Jokowi-Ma'ruf tak akan tanya kasus personal Prabowo saat debat
DPR desak pemerintah jaga keamanan Laut Cina Selatan
Ini elektabilitas kedua capres menurut Charta Politika
TKN: Jokowi-Ma'ruf ikuti latihan debat
Jokowi pilih kostum khusus saat debat dengan Prabowo
Demokrat nilai pembentukan TGPF Novel sarat kepentingan politik Jokowi
Fahri Hamzah: Debat pilpres jangan seperti lomba cerdas cermat
Jelang debat, Zulkifli Hasan sarankan Prabowo-Sandi santai-santai
Rizal Ramli tak percaya lembaga survei
Ignasius Jonan mangkir, DPR kecewa
Anggota DPR banyak tak lapor harta kekayaan, ini kata sang Ketua
Fetching news ...